Minggu, 04 November 2012

Diposting oleh unyunyu | 0 komentar

bless to me

Huuu.. begitu melelahkan dengan semuanya. Ragaku memang di Gorontalo tapi jiwaku di Jawa. Aku benar-benar nggak tahan buat cepet pindah ke Jawa. Situasi dan kondisi, jalan pikiran, kebiasaan dengan ku nggak nyambung sama sekali. Atau itu emang takdirku? Harus merasakan sakit hati yang mendalam, bukan urusan cinta tapi menyangkut harga diri dan batin. Dulu waktu semester satu aku mau pindah ke jawa karena kenyamanan yang aku dapat dari gorontalo nggak sesuai dengan keinginanku. Tapi karena mengingat aku bukan anak yang luar biasa dan hanya biasa yang hanya bisa mengandalkan orang tuaku, aku manut saat di sekolahkan di Gorontalo. Jujur, dari awal pikiranku buat di sini, di Gorontalo tapi sudah melayang ke Jawa. Dengan perhatian temanku yang di Jawa lebih menarik dari pada di sini. Pengalaman yang aku dapat menurutku itu biasa saja malah saat aku di Jawa jalan hidupku tidak terlalu membosankan, ada kegiatan yang sesuai seleraku, minatku tapi jika di sini, aku hanya menjadi pantonim. Hidup tapi tak bergerak secara alami. Hanya mengikuti lawan yang menginginkanku untuk bergerak. Perlakuan mereka terhadapku seakan menindas dan terlalu berlebihan. Kadang baik dan kadang buruk. Aku hanya tidak memikirkan jika aku tidak memiliki tingkat kekayaan yang memadai apakah aku masih di pandang oleh teman-temanku? Memang banyak yang menganggapku itu beruntung dengan keadaanku ini. Tapi aku masih memandang sebelah mata dengan perkiraan baik itu. Sejak aku datang pertama kali di sini, banyak perubahan yang aku dapat. Dari manusia yang dulu tidak tahu apa-apa sekarang menjadi tahu. Aku tidak menyangkal semua yang aku dapat, semua yang mampu membuatku bertahan sampai sekarng adalah aku memiliki sahabat atau orang-orang yang menyanyangiku dari diri sendiri bukan dari orang lain. Tapi, dalam doaku.. Aku berharap ini terjadi, dengan ilmuku, pengalamanku, bekal hidupku yang aku dapat selama 21 tahun ini bisa menjadikan diriku orang yang berguna bagi kebaikan seluruhnya. Keinginanku yaitu membahagiakan kedua orang tuaku dengan keberhasilan akhirat dan dunia bisa cepat tersampaikan. Memang itu semua btuh proses namun aku akan berusaha agar aku membuktika pada orang-orang yang menggaggapku lemah tidak meremehkanku sekalipun itu orang yang aku sadari menusukku dari belakang. Biar saja tiap orang menganggap aku tidak tahu apa-apa, aku mau di dalam diamku, aku mempersiapkan diri menjadi orang yang lebih baik lagi. Goodbye Gorontalo :D

0 komentar: